VtuberZatsudan

Karya Ilmiah dan Vtuber, Down the Rabbit Hole

Karya ilmiah bisa dikatakan sebagai sebuah sesuatu yang serius, tetapi tidak selamanya sesuatu yang serius itu harus hal yang terdengar rumit seperti membangun jembatan hingga penerbangan antariksa, bahkan  virtual youtuber atau lebih sering disebut vtuber sebagai hal yang populer dan menarik dapat dijadikan sebuah topik penelitian ilmiah dengan membandingkannya dengan teori-teori yang sudah teruji. Björn Nordvall mencoba melakukannya dengan menganalisis mengenai pentingnya hubungan  antara lingkungan ruang nyata dengan lingkungan ruang digital dalam tesisnya yang berjudul Down the Rabbit Hole: Hololive Myth, community, and digital geographies

Karya ilmiah ini dimulai dengan penjelasan mengenai arti dari istilah yang adakalanya mudah ditebak seperti virtual youtuber hingga istilah semacam “chumbud” yang memiliki arti “nama yang kurang umum digunakan untuk penggemar Gawr Gura.” Mengenai mengapa Björn Nordvall memiliki ketertarikan untuk menulis karya ini dia jelaskan sebagai berikut

Tujuan saya dalam karya ilmiah ini adalah untuk mengeksplorasi sifat ruang dan tempat dalam kondisi geografi fisik dan digital melalui lensa komunitas. Penelitian Ini berfokus pada komunitas, bukan pada infrastruktur atau platform, sehingga dapat dipahami bagaimana dunia digital memiliki kemungkinan berinteraksi dengan dunia fisik dan bagaimana membuat sebuah komunitas adalah sebuah masalah perencanaan dan kemungkinan besar akan semakin penting di kemudian hari. Holomyth, yang digunakan sebagai fokus penelitian ini, adalah komunitas multi-ruang digital, dan eksplorasi tentangnya memberikan wawasan bagi penyusun rencana dan ahli geografi tentang bagaimana ruang digital dan tempat dapat membentuk pekerjaan mereka dan menjelaskan semakin pentingnya ruang online.

Terdapat beberapa pertanyaan muncul dalam benak penulis memiliki bahasa yang cukup berat, di antaranya adalah bagaimana untuk memahami ruang digital memiliki sifat-sifat material maupun imaterial; bagaimana untuk memahami dan membuat konsep bahwa komunitas digital itu merupakan tempat yang nyata; dan bagaimana ahli geografi dan ahli tata ruang dapat pelajari dari hal komunitas online saat ini

Peneliti berikutnya membahas tentang teori yang digunakan selama penelitian karya ilmiah ini. Hal pertama yang dijadikan pembahasan adalah tentang teori yang menjelaskan komunitas. Kemudian dijelaskan bahwa kemunculan era digital dan internet menyebabkan geografi tidak terbatas dalam hal nyata saja, tetapi juga ranah elektronik, yang bisa dipengaruhi oleh kondisi geografi dunia nyata. Björn Nordvall juga menyampaikan bahwa terdapat teori yang menyatakan bahwa komunitas online modern itu tidak hanya oleh keputusan orang tersebut, tetapi juga didukung oleh algoritma komputer.

Ketertarikan peneliti untuk menulis karya ilmiah tentang Holomyth dimulai dari rekomendasi youtube akan video rap Mori Calliope  yang berjudul ‘Excuse My Rudeness, But Could You Please RIP?’ dan karena ketertarikannya akan video tersebut, Youtube semakin menjadi-jadi dengan menawarkan video-video lain yang berkaitan dengan video tersebut. Usaha peneliti untuk lebih memahami tentang vtuber juga membawanya ke ranah turunan dari vtuber itu sendiri seperti musik, artwork, komik, ataupun teks fan-fiction, tetapi hal yang dijadikan tempat penelitian utama adalah komunitas youtube karena peneliti merasa ini adalah tempat yang paling dekat dan paling merepresentasikan komunitas penggemar virtual youtuber. Peneliti mengalokasikan waktu observasi sebanyak 45 jam untuk mengetahui apa dan bagaimana komunitas Holomyth berinteraksi.

Selama penelitian berlangsung, ada beberapa penemuan yang menurut peneliti adalah hal menarik. Hal pertama adalah bagiamana atmosfer dalam Youtube live stream itu sendiri, kondisi chat sebelum stream dimulai, ritual “hormat” [o7] ketika stream dimulai dan riuhnya chat ketika stream kolaborasi anggota Holomyth.

Karya ilmiah ini memiliki kesimpulan sebagai berikut. Peneliti menjelaskan bahwa hal fisik dan digital sudah semakin sulit dipisahkan di era modern ini. Selain itu batasan interaksi tidak hanya berupa tempat, tetapi zona waktu yang berbeda. Peneliti juga menyimpulkan bahwa geografi digital jauh lebih kompleks dibandingkan yang dibayangkan selama ini. Dalam penutupnya, peneliti menyatakan bahwa anggapan bahwa dunia digital adalah sesuatu yang luar biasa dan spektakuler, dunia yang kita jalani sekarang adalah “fisikal dan juga digital” mulai dari hiburan hingga berinteraksi sosial.

Dan akhirnya, kepada Dead Beats, karyawan KFP, Shrimp, Takodachi, dan Rekan Tim
yang mungkin belum pernah saya temui, tetapi sekarang saya merasa sangat dekat: terima kasih telah menciptakan sesuatu yang istimewa sehingga saya dapat menemukannya.

Björn Nordvall
Stockholm, Juni 2021

Karya Ilmiah Björn Nordvall ini membuktikan bahwa bisa saja teman, saudara, ataupun orang terkasih anda bukanlah seorang Simp ataupun maniak vtuber, bisa saja dia sedang meneliti untuk menorehkannya dalam skripsi, tesis, ataupun disertasi. Bagi yang ingin mengakses karyanya, dapat mengakses sumber di bawah artikel ini.

Source
Down the Rabbit Hole

Related Articles

Back to top button